Nasehat untuk Orang Tua: Anak adalah Ujian yang Tidak Bisa Kita Pilih
Nasehat untuk Orang Tua: Anak adalah Ujian yang Tidak Bisa Kita Pilih
Wahai para orang tua…
Ketahuilah bahwa sejak awal kita tidak pernah diberi hak untuk memilih anak kita.
Kita tidak bisa memilih:
Apakah anak kita lahir mudah diatur atau sulit diarahkan.
Apakah anak kita lembut atau keras.
Apakah ia cepat memahami atau perlu waktu lama...
Apakah ia taat atau penuh ujian...
Apakah anak yang sempurna fisiknya atau cacat.
Semua itu bukan pilihan kita, tapi pilihan Allah—Dzat Yang Maha Mengetahui apa yang terbaik untuk hamba-Nya.
Allah berfirman:
وَنَبْلُوكُمْ بِالشَّرِّ وَالْخَيْرِ فِتْنَةً
"Kami menguji kalian dengan keburukan dan kebaikan sebagai ujian."
(QS. Al-Anbiyā’: 35)
Dan Allah menegaskan:
إِنَّمَا أَمْوَالُكُمْ وَأَوْلَادُكُمْ فِتْنَةٌ
"Sesungguhnya harta kalian dan anak-anak kalian adalah ujian."
(QS. At-Taghābun: 15)
Maka jangan heran…
Ketika Allah menitipkan seorang anak
yang tidak seperti yang kita inginkan.
Karena anak adalah ujian, bukan pesanan.
1. Allah memilihkan anak kita untuk menguji kualitas kita sebagai orang tua
Sejak awal Allah telah menetapkan:
“Anak inilah yang paling tepat untuk menguji kesabaranmu.”
“Anak inilah yang paling pas untuk menguji ketulusanmu.”
“Anak inilah yang paling sesuai untuk mendidik hatimu agar dekat kepada-Ku.”
Jangan pernah merasa salah diberi anak tertentu.
Yang salah adalah jika kita tidak lulus ujian itu.
2. Anak yang mudah dididik itu nikmat—tetapi anak yang sulit dididik itu ladang pahala
Setiap senyuman, setiap tawa, setiap kemudahan seorang anak adalah nikmat.
Tetapi setiap tangis, setiap kenakalan, setiap kerepotan seorang anak adalah pahala.
Anak yang sulit dididik itu ujian,
Allah berikan kepada orang tua yang Allah lihat mampu menanggung pahala besar.
Jangan katakan:
“Kenapa anakku seperti ini?”
Tetapi katakan:
“Apa yang Allah ingin ajarkan kepadaku melalui anak ini?”
3. Ujian tidak diberikan agar kita menyerah, tetapi agar kita naik ke derajat yang lebih tinggi
Kadang anak membuat kita menangis.
Kadang anak membuat kita letih.
Kadang anak membuat kita bingung harus berbuat apa.
Namun yakinlah…
Allah tidak ingin membuatmu lemah.
Allah ingin membuatmu lebih kuat,
lebih sabar,
lebih matang,
lebih dekat kepada-Nya.
Anak yang sulit dididik bukan hukuman—tetapi alat pendidikan dari Allah kepadamu.
4. Pesan penutup untuk orang tua
Wahai para ayah dan ibu…
Jika anakmu membuatmu sedih,
ingatlah bahwa ia bukan kesalahan, ia titipan.
Jika anakmu membuatmu marah,
jangan lupa bahwa ia ujian, bukan musuh.
Jika anakmu membuatmu lelah, ingatlah bahwa setiap lelah akan berubah menjadi pahala.
Jika anakmu tidak seperti yang kau bayangkan,
ingatlah bahwa Allah tidak pernah salah memilihkan anak untukmu.
Kita tidak bisa memilih anak kita, tapi kita bisa memilih cara kita menjalani ujian sebagai orang tua.
KITA TAK BISA MEMILIH UJIAN HIDUP, TAPI KITA BISA MEMILIH CARA MENYIKAPI UJIAN HIDUP, YANG SELALU MENGHASILKAN PAHALA DAN KERIDHOAN ALLAH.
Semoga Allah menjadikan kita orang tua yang sabar, kuat, dan lulus ujian dengan sebaik-baik nilai.
Amin.
Batam, 7 Desember 2025
Ust Yusuf Iskandar
