Jika Melihat Awan Tebal
Jika Melihat Awan Tebal
Nabi merasa takut jika melihat awan tebal. Kebanyakan manusia memastikan itu tanda akan turun hujan lebat.
Padahal umat terdahulu binasa karena hujan berhari-hari, banyak tanah longsor dan banjir bandang.
Perhatikan hadits berikut ini:
- Dari Aisyah RA, ia berkata:
عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ: كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا رَأَى غَيْمًا أَوْ رِيحًا عُرِفَ فِي وَجْهِهِ، قَالَتْ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، إِنَّ النَّاسَ إِذَا رَأَوْا الْغَيْمَ فَرِحُوا أَنْ يَكُونَ فِيهِ الْمَطَرُ، قَالَ: يَا عَائِشَةُ، مَا يُؤْمِنُكَ أَنْ يَكُونَ فِيهِ الْعَذَابُ؟ قَدْ رَأَى قَوْمٌ الْعَذَابَ فَقَالُوا: هَذَا عَارِضٌ مُمْطِرُنَا
Artinya: "Aisyah RA berkata: 'Nabi SAW jika melihat awan tebal atau angin, maka terlihat perubahan pada wajahnya.' Aisyah berkata: 'Wahai Rasulullah, orang-orang jika melihat awan tebal, mereka bersuka ria karena mengharapkan hujan.' Nabi SAW bersabda: 'Wahai Aisyah, apa yang membuatmu yakin bahwa awan itu tidak membawa azab? Kaum (Nuh) pernah melihat azab, lalu mereka berkata: Ini adalah awan yang akan menurunkan hujan kepada kita.'" (HR. Muslim)
Jika melihat awan tebal atau angin kencang, maka apa yang harus dilakukan?
Doa memohon perlindungan dari angin kencang atau awan tebal:
عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ: كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا عَصَفَتْ الرِّيحُ قَالَ: اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ خَيْرَهَا وَخَيْرَ مَا فِيهَا وَخَيْرَ مَا أُرْسِلَتْ بِهِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّهَا وَشَرِّ مَا فِيهَا وَشَرِّ مَا أُرْسِلَتْ بِهِ
"Aisyah RA berkata: 'Nabi SAW jika angin kencang, beliau berdoa: Ya Allah, aku meminta kebaikan angin ini, kebaikan yang ada di dalamnya, dan kebaikan yang dikirimkan bersamanya. Aku berlindung kepada-Mu dari keburukan angin ini, keburukan yang ada di dalamnya, dan keburukan yang dikirimkan bersamanya.'" (HR. Muslim)
Dan juga:
عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ: كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا رَأَى سَحَابًا مُقْبِلًا مِنْ أُفُقٍ مِنْهَا تَرَكَ مَا كَانَ فِيهِ وَإِنْ كَانَ فِي صَلَاتِهِ حَتَّى يَسْتَقْبِلَهُ فَيَقُولُ اللَّهُمَّ إِنَّا نَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا أُرْسِلَ بِهِ فَإِنْ تَجَلَّى عَنْهُ حَمِدَ اللَّهَ وَإِنْ أَمْطَرَ حَمِدَ اللَّهَ
"Aisyah RA berkata: 'Nabi SAW jika melihat awan tebal yang datang dari ufuk, beliau meninggalkan apa yang sedang dilakukannya, meskipun sedang shalat, hingga awan itu berlalu. Beliau berdoa: Ya Allah, kami berlindung kepada-Mu dari keburukan yang dikirimkan oleh awan ini. Jika awan itu berlalu, beliau memuji Allah. Jika hujan turun, beliau memuji Allah.'" (HR. Bukhari)
Saat ini BMKG menyatakan cuaca ekstrem, bagi seorang mukmin ini merupakan momen banyak istighfar dan memohon perlindungan kepada Allah dari keburukan yang bawa hujan dan angin.
Bukan Desember banyak dosa besar terjadi secara masal. Dilanjutkan dosa maksiat di tahun baru.
Maka banyak-banyak istighfar dan ta'awudz, semoga Allah mengampuni dosa kita dan melindungi kita semua.
Batam, 2 Desember 2025
Ust Yusuf Iskandar.
