Apakah Belum Waktunya
Apakah Belum Waktunya
Apakah belum waktunya…
Engkau berdiri di hadapan Allah dengan hati yang luluh, bukan sekadar tubuh yang tegak?
Apakah belum waktunya…
Air matamu menetes bukan karena dunia yang melelahkanmu, tetapi karena rindu ingin dekat dengan Rabb-mu?
Wahai saudaraku…
Sudah puluhan tahun engkau menggerakkan bibirmu dalam sholat, namun hatimu tetap diam membeku.
Engkau melafazkan ayat-ayat-Nya, namun maknanya tidak pernah singgah dalam dadamu.
Engkau rukuk dan sujud, namun jiwamu masih berdiri—sibuk dengan hitung-hitungan dunia.
Renungkanlah…
Engkau sedang bermunajat kepada Dzat Yang Memiliki Arsy, Rabb semesta langit dan bumi…
Namun engkau tidak mengerti apa yang kau bisikkan.
Kalau manusia berbicara kepadamu namun ia sendiri tidak paham perkataannya, engkau mungkin akan menganggapnya aneh.
Lalu bagaimana ketika itu terjadi di hadapan Allah?
Apakah ini adab seorang hamba kepada Rabb-nya?
Apakah ini wujud syukur atas nikmat sholat yang menjadi penyejuk hati orang beriman?
Apakah ini sholat yang akan menjadi cahaya di kuburmu?
Atau justru menjadi saksi atas kelalaianmu?
Wahai saudaraku…
Sholat yang dilakukan tanpa memahami apa yang dibaca,
tanpa menghadirkan hati,
tanpa merasakan takut, rindu, dan harap,
ibarat tubuh tanpa ruh—bergerak namun mati.
Tidakkah engkau rindu merasakan manisnya sholat?
Tidakkah engkau ingin sujud yang membuatmu lupa dunia?
Tidakkah engkau ingin berdiri di malam hari sementara penghuni bumi terlelap, lalu kau berkata dalam hatimu:
"Ya Allah… inilah aku, hamba-Mu yang penuh dosa, namun aku datang membawa harapan."
Apakah belum waktunya…
Engkau memperbaiki sholatmu?
Apakah belum waktunya...
Engkau memahami sedikit demi sedikit apa yang kau baca?
Apakah belum waktunya..
Engkau memperlambat gerakanmu agar hatimu menyusul tubuhmu?
Apakah belum waktunya...
Engkau menghadirkan rasa malu saat berdiri di hadapan Rabbmu?
Wahai saudaraku…
Jika bukan sekarang, kapan lagi?
Jika bukan engkau, siapa lagi?
Jika waktu terus berjalan dan engkau tetap seperti ini,
maka sholatmu bisa menyelamatkanmu?
Mulailah…
Walau sedikit...
Walau pelan...
Walau terbata-bata...
Sebab setiap langkah menuju khusyu’, Allah menyambutnya dengan rahmat yang luas.
Semoga Allah melembutkan hati kita, memperbaiki sholat kita,
dan menjadikan sholat kita kelak sebagai cahaya, bukan penyesalan.
Batam, 1 Desember 2025.
Ust Yusuf Iskandar.
NB: Jangan lupakan infak pembangunan Ponpes Al Hikmah saat tanggal muda.
