Adab Kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala

Adab Kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala

photo of white staircase
photo of white staircase

Adab itu dasarnya adalah tahu diri. Siapa saya, bersama siapa, saya harus bagaimana?

Imam Ibnul Qayyim رحمه الله berkata:

> رَأْسُ الأَدَبِ مَعَ اللَّهِ تَعَالَى: أَنْ تَعْرِفَ نَفْسَكَ عَبْدًا، وَتَعْرِفَ رَبَّكَ رَبًّا، فَتَعْبُدَهُ وَتُطِيعَهُ وَتَتَذَلَّلَ بَيْنَ يَدَيْهِ

“Pokok adab terhadap Allah Ta‘ālā adalah engkau mengenali dirimu sebagai seorang hamba, dan mengenali Rabbmu sebagai Tuhanmu, lalu engkau menyembah-Nya, menaati-Nya, dan merendahkan diri di hadapan-Nya.”

(Madarijus Salikin, 2/360)

APA ADAB MAKHLUQ KEPADA AL KHOLIQ?

Perhatikan firman Allah berikut ini:

ذَٰلِكُمُ اللَّهُ رَبُّكُمْ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ خَالِقُ كُلِّ شَيْءٍ فَاعْبُدُوهُ ۚ وَهُوَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ وَكِيلٌ

“(Yang demikian itu adalah) Allah, Rabb kalian; tidak ada sesembahan yang benar selain Dia, Pencipta segala sesuatu, maka sembahlah Dia. Dan Dia Maha Pemelihara atas segala sesuatu.”

(QS. Al-An‘ām: 102)

Ayat ini menegaskan Bahwa Allah sebagai Pencipta segala sesuatu. Sekaligus menjelaskan Adab makhluqNya kepada Penciptanya yaitu BERIBADAH HANYA KEPADANYA.

Saya ini makhluq kepada ALLAH, Sang Kholiq, saya harus bagaimana?

Adabnya makhluq itu menyembah hanya kepada Al Kholiq yaitu Allah.

Kalau makhluq menyembah makhluq yang lain, ini bagian dari KEBIADABAN kepada Al Kholiq.

Maka Alloh sebagai Al Kholiq (Pencipta) murka kalau ada makhluqNya menyembah makhluq lainnya. Hingga Allah mengharamkan dari surga.

Karena dalam pandangan Allah, makhluq menyembah makhluq itu KEBIADABAN NYATA.

لَقَدْ كَفَرَ الَّذِينَ قَالُوا إِنَّ اللَّهَ هُوَ الْمَسِيحُ ابْنُ مَرْيَمَ ۖ وَقَالَ الْمَسِيحُ يَا بَنِي إِسْرَائِيلَ اعْبُدُوا اللَّهَ رَبِّي وَرَبَّكُمْ ۖ إِنَّهُ مَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدْ حَرَّمَ اللَّهُ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ وَمَأْوَاهُ النَّارُ

“Sungguh telah kafir orang-orang yang mengatakan bahwa Allah itu ialah al-Masih putra Maryam. Padahal al-Masih berkata: ‘Wahai Bani Israil, sembahlah Allah, Rabbku dan Rabb kalian.’ Sesungguhnya siapa yang mempersekutukan Allah, maka Allah mengharamkan surga baginya dan tempat kembalinya adalah neraka.”

(QS. Al-Māidah: 72)

Walaupun dimata sesama makhluq dia orang yang baik, santun penuh adab. Tapi kalau dia menyembah sesama makhluq maka dia biadab dimata Allah.

Untuk memahami masalah ini, perhatikan contoh dibawah ini:

Ada seorang anak yang baik kepada temannya, suka menolong, memberi, ramah. Tapi kepada orang tuanya suka membantah dan melawan bahkan durhaka.

Anak ini dimata orang tuanya biadab, walaupun dimata temannya dinilai baik.

Demikian juga ada sekelompok manusia dimata temannya baik, tetangganya juga menilai baik, orang tuanya menilai baik, gurunya menilainya baik.

Tapi kalau di menyembah selain Allah atau tidak mau menyembah Allah maka dimata Allah dia makhluq biadab sehingga diharamkan masuk surga.

Kesimpulannya:

Kenalilah Adabmu kepada Allah. Bagaimana pandangan Allah kepadamu. Jadilah makhluq yang beradab dimata Allah dan beradab dimata manusia.

Semoga mencerahkan..

Batam, 24 Oktober 2025

Ust Yusuf Iskandar.